19 Mei, 2013

Catatan Berharga Tentang Strategi Mendapatkan Siswa Baru


Judul posting kali ini Catatan Berharga Tentang Strategi Mendapatkan Siswa Baru, ini sebuah refleksi dari apa yang saya rasakan dan saya lihat bagaimana lembaga pendidikan swasta (yang belum mapan) mempersiapkan strategi-strateginya ketika menyambut tahun ajaran baru  untuk mendapatkan siswa. Tentu tulisan ini tidak ilmiah, karena tidak berdasar data dan fakta, tapi sekali lagi, ini hanya sebuah refleksi bagaimana saya mulai mencermati strategi suatu lembaga dalam mempersiapkan kader-kader siswanya.

Ada beberapa cara yang biasanya dilakukan lembaga pendidikan untuk terus bisa mendapatkan siswa baru. Seperti pengembanga pelayanan profesional, program unggulan - unik, ciri khas, kaderisasi dan brand.


Pengembangan pelayanan profesional
Pengembangan pelayanan profesional ini meliputi keseluruhan produk dan SDM sekolah yang dikelola secara profesional sehingga menghasilkan pelayanan yang baik kepada stakeholder dan lingkungan dimana sekolah tersebut berada. Pelayanan profesional ini akan menjadi marketing luar biasa tanpa harus digembar-gemborkan melalui spanduk, brosur atau media promosi lainya, karena stakeholder dan lingkungan sekitarlah yang akan menjadi "sukarelawan" promosi melalui mulut ke mulut yang akan menjelaskan secara detail apa yang mereka ketahui. Dan istilah "word of mouth" menjadi senjata ampuh dalam dunia marketing.

Program unggulan-unik
Program unggulan  biasanya menjadi strategi marketing yang ditawarkan oleh sekolah, program unggulan tersebut biasanya berupa kurikulum pendidikan yang unik, maka munculah sekolah-sekolah yang mempunyai label unik seperti sekolah plus, sekolah terpadu, sekolah alam, dan seterusnya. Dengan program unggulan dan juga unik tersebut akan menjadi strategi promosi tersendiri, karena unggulan dan unik tersebut akan memancing perhatian dan itu terlihat menarik.

Ciri khas
Ciri khas menjadi pembeda antara sekolah yang satu dengan sekolah lainya. Setiap sekolah menawarkan ciri khas masing-masing seperti dari pembiasaan, budaya sekolah, seragam dan ciri khas lainya yang dibuat menarik. Maka sekarang kita bisa melihat ada sekolah berbasis IT dengan seragam ala militer, sekolah terpadu dengan seragam santun dengan pembiasaan bahasa inggris-arab setiap harinya, dan banyak lagi. Siswa baru bisa saja tertarik dengan seragam dan sesuatu yang tidak sama, misalnya seragam gagah ala militer, pun dengan keterampilan berbahasa yang akan menjadi "gengsi" tersendiri.

Kaderisasi
Kaderisasi adalah bagian dari regenerasi. Kaderisasi juga merupakan strategi mempertahankan sistem dan kultur yang telah dibangun. Karenanya banyak sekolah yang menerapkan strategi kaderisasi sebagai salah satu cara mempertahankan kulutr yang telah diberikan kepada siswanya agar terus berlanjut di jenjang berikutnya, dan ini juga bagian dari strategi mendapatkan siswa baru. Makanya banyak satu yayasan pendidikan yang mengelola banyak level sekolah. Kalau yayasan pendidikan tersebut mengelola level SD maka dia harus punya kader dibawahnya seperti TK/RA, juga proses kaderisasi selanjutnya di Level SMP dan seterusnya.

Brand
Brand tidak hanya ada pada strategi marketing produk, brand pada sekolah pun memiliki peranan penting. Sekolah yang selalu mendapatkan banyak siswa sampai-sampai mesti dibuat sistem tes dan seterusnya biasanya merupakan sekolah yang mendapat kredit nilai positif di masyarakat. Sekolah-sekolah seperti ini biasanya memiliki label modern, fasilitas lengkap, program unggulan, guru yang profesional dan disiplin, serta prestasi yang segudang (prestasi guru, prestasi siswa, prestasi sekolah). Sekolah-sekolah seperti ini biasanya akan mendapatkan tempat dihati masyarakat. Dan untuk membuat brand seperti ini memang memerlukan biaya yang tinggi, dan hanya sekolah-sekolah yang memiliki sumber biaya yang bagus saja yang bisa membuat brand seperti ini.

Beberapa Catatan Berharga Tentang Strategi Mendapatkan Siswa Baru tadi semuanya memerlukan kesungguhan dan biaya yang sangat tinggi, karenanya tidak semua sekolah mampu menciptakan strategi-strategi tadi. Faktanya, banyak sekolah-sekolah yang mulai berguguran lantaran tidak mampu menciptakan strategi sehingga siswa baru selalu enggan mendaftar ditiap tahun ajaran baru. Ini tragis, tapi kenyataan.

Empat hal yang bisa dilakukan oleh sekolah-sekolah swasta agar mampu bertahan dari persaingan. Memaksimalkan dan mengembangkan potensi guru, berusaha mendapatkan peluang sumber dana untuk membangun fasilitas, kaderisasi dan tim marketing yang independen (bukan melibatkan guru).


1 komentar: